Tampilkan postingan dengan label Straight News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Straight News. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Maret 2014

Ada Pasukan Bu Guru Berkaca Mata Hitam di Workshop Teater



Para Guru TK dan Paud membacakan Puisi Kahlil Gibran berjudul “Anakmu Bukanlah Anakmu”, Minggu (24/11).

http://salmanitb.com/2013/11/27/membaca-puisi-dengan-kaca-mata-hitam/

“Yang bawa kaca mata hitam ayo maju ke depan!” Seru Iyus K. Darmawan, pemateri “Workshop Strategi Pembelajaran Paud dengan Metode Teater (Sosiodrama)”.

Segerombol ibu-ibu kemudian berdiri berdesakan di atas panggung. Cengar-cengir salah tingkah, mereka mendengarkan instruksi dari pegiat teater dakwah tersebut di Gedung Serba Guna Salman ITB, Ahad (24/11) lalu. Begitu tanda diserukan dengan kompak mereka pun membacakan puisi “Anakmu Bukanlah Anakmu” karya Kahlil Gibran lantang.

Suasana jadi meriah dengan tawa dan canda. Hadirin ikut bersorak saat pasukan ibu-ibu berkaca mata hitam membaca puisi dengan gayanya masing-masing. Di akhir pementasan, mereka kompak berpose untuk difoto. Kapan lagi bisa foto-foto pakai kaca mata hitam di atas panggung?

“Saya sengaja melakukan hal yang tidak biasa,” ujar Iyus.

Ia berpendapat, pelatihan seni untuk guru-guru Paud dan TK sangat jarang, padahal seni merupakan unsur penting dalam perkembangan anak. Pelatihan teater pun Iyus yakini belum pernah dilakukan sebelumnya. Padahal ilmu teater sangat berguna untuk merangsang perkembangan psikomotorik anak. Selain itu, materi yang diajarkan di kelas pun jadi lebih menarik.

“Workshop Strategi Pembelajaran Paud dengan Metode Teater (Sosiodrama)” diadakan oleh Unit Teater Menara Salman. Iyus, pembimbing sekaligus pendiri berharap kesuksesan pelatihan tersebut dapat menjadi bukti awal eksistensi Teater Menara. Peserta sendiri berjumlah lebih dari 250 orang dan berasal dari Paud dan TK al-Qur’an se-Jawa Barat. [Ed: Dh]

Ilmu Teater, Metode Pembelajaran Baru untuk Anak Usia Dini



Peserta memperhatikan Nia Syafe’i yang sedang memberikan materi tentang manajemen pengelolaan kurikulum TK di GSG Salman ITB, Minggu (24/11). (Foto: Bustomi)

http://salmanitb.com/2013/11/27/teather-menara-salman-pembinaan-untuk-kesejahteraan-guru-tk/

Teater Menara Salman bekerja sama dengan Konsorsium Indonesia Cerdas(KIC) dan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al-Quran Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (LPPTKA-BKPRMI) Kota Bandung adakan “Workshop Strategi Pembelajaran Paud dengan Metode Teater (Sosiodrama)”, Ahad (24/11) lalu.

Pelatihan ini dilangsungkan dengan tujuan mengenalkan ilmu teater pada guru Paud dan TK al-Qur’an sebagai metode pembelajaran pada anak. Selain ilmu teater, peserta juga diberi materi soal manajemen pengelolaan kurikulum TKA -TPA terpadu.

Hadir sebagai pemateri yaitu Iyus K. Darmawan (Sutradara, Penulis Naskah, dan pegiat Teater Dakwah) dan Nia Syafe’i, Direktur Program KIC. Acara inidihadiri lebih dari 250 peserta. Kebanyakan berasal dari kalangan guru Paud dan TK al-Qur’an.

“Peserta harus paham tentang manajemen pengelolaan kurikulum TKA-TPA Terpadu, mulai dari konsep sampai visi misi dan pengelompokkan usia, serta ruang lingkup kurikulumnya,” tutur Nia Syafe’i yang juga kerap diundang sebagai Master Trainer Paud.


Dalam kesempatan tersebut, Nia juga sempat membahas soal kesejahteraan guru Paud dan TK al-Qur’an. Ia berpendapat, semua berhak mendapat hak yang sama. Selama ini isu rendahnya honor guru Paud dan TK al-Qur’an memang kerap diperbincangkan.

“Gurunya sendiri harus meningkatkan kemampuan dan kualitas. Ia juga harus menunjukkan keaktifan di organisasi. Sebab jika tidak, nantinya sulit mendapatkan bantuan,” jelasnya.

Materi Teater sendiri dibawakan pada sesi kedua. Dalam materi ini, peserta diajak aktif berpartisipasi, mulai dari olah tubuh hingga tampil membacakan puisi di atas panggung. Menurut Iyus K. Darmawan, ilmu seni khususnya teater sangat berguna bagi dunia pendidikan, terutama pendidikan anak-anak usia dini. Ia berpendapat, guru yang “menarik” untuk anak adalah guru yang mampu mengeksplorasi ekspresi dan kreativitas seninya.

Workshop teater ini masih akan berlangsung. Satu minggu sekali, di Masjid Salman ITB. Selain para guru, masyarakat umum juga boleh mengikuti. Rencananya Iyus akan membuat sebuah pertunjukkan kolosal yang melibatkan banyak orang, termasuk anggota workshop. [Ed: Dh]

Jumat, 28 Maret 2014

Grand LMD 170 : Ijtihad Teknologi Untuk Kemerdekaan Hakiki



Peserta dikumpulkan di alam terbuka untuk memperkenalkan kreatifitas apa saja yang telah mereka susun untuk masyarakat, Ahad (17/11).
(Foto: Bustomi)

http://salmanitb.com/2013/11/20/grand-lmd-170-ijtihad-teknologi-untuk-kemerdekaan-hakiki/

Masjid Salman kerap diidentikkan dengan mahasiswa Institut TeknologiBandung (ITB), yang akrab akan isu berbau teknologi. Maka wajar jika Grand Latihan Mujahid Dakwah (LMD) angkatan 170 mengangkat tema “Ijtihad Teknologi Kemerdekaan Hakiki”. Dalam acara yang dilaksanakan pada Jum’at (15/11) hingga Ahad (17/11) lalu di Gedung Serba Guna Indonesia Power UBP Saguling, Padalarang, peserta dilatih untuk menciptakan teknologi tepat guna sebagai solusi bagi masyarakat.

Ardian Rizaldi, Ketua Panitia mengatakan, kader-kader yang ditelurkan LMD diharapkan dapat berperan sebagai mediator. Pada pelatihan tersebut, cara kerja mereka terbagi menjadi empat tahap, yaitu tahap identifikasi masalah,formulasi, konstruksi masalah serta solusi, dan tahap integrasi. Pada tahap identifikasi masalah komunikasi, kader diharapkan dapat mengenali masalah serta mengupayakan solusi menggunakan teknologi yang berbeda-beda.

“Walaupun kasusnya sama tapi mereka harus membuat teknologi yang berbeda,” ujar Ardian Rizaldi, Ketua Panitia LMD, saat diwawancarai di UBP Saguling, Ahad (17/11).

Di tahap kedua, tahap formulasi, peserta tinggal menyusun hasil brainstormingtahap pertama. Setelah formulasi, peserta lanjut ke tahap konstruksi dan solusi. Pada tahap terakhir, peserta tinggal mengintegrasikan berbagai macam solusi yang sudah mereka rundingkan.

Tema Ijtihad Teknologi sendiri juga diusung agar para kader dapat berijtihad untuk menegakkan syari’at Islam berdasarkan nilai-nilai Salman. Di luar itu, peserta pun diharapkan agar dapat memahami problematika dalam masyarakat dan mengaplikasikan solusi dalam bentuk teknologi. [Ed: Dh]

Festival Film Salman: Film Media Efektif Memberantas Korupsi



Para peserta Workshop sedang memperhatikan penjelasan Agus Ramdan Supriatna usai pemutaran film Kita Versus Korupsi, Ahad (10/11) lalu.
Foto oleh Bustomi

http://salmanitb.com/2013/11/14/film-sebagai-media-yang-efektif-untuk-memberantas-korupsi/

Budaya Anti Korupsi sekarang sudah mulai digalakkan. Tema itu jugalah yang diangkat dalam Festival Film Salman yang diadakan dari hari Kamis (7/11) sampai Ahad (10/11) di Gedung GSG Salman ITB. Rangkaian acara yang diadakan oleh Salman Film ini berupa seminar, workshop dan pemutaran film tentang Budaya Anti Korupsi.

“Film merupakan salah satu media yang baik dan dirasa cukup efektif untuk melakukan kampanye anti korupsi,” papar Agus Ramdan Supriatna, pemateri diskusi film Kita Versus Korupsi pada Ahad (10/11) lalu ketika diwawancarai seusai acara.

Agus menambahkan, agar pesan anti korupsi dapat tersampaikan secara efektif, pembuat film harus kreatif agar karyanya dapat menjadi tontonan menarik. Sebaiknya pesan disampaikan secara sederhana dan menyenangkan supaya mudah dicerna penonton. Hal ini sesuai dengan film, karena film merupakan media visual yang disukai banyak orang.

Iqbal Alfajri, Ketua Panitia Festival Film Salman menyatakan pernyataan yang senada. Menurutnya, film juga merupakan media yang dekat dengan anak muda. Dengan gerakan ini, ia berharap ide Anti Korupsi dapat tertanam dalam benak anak-anak bangsa. Lebih jauh lagi ia mengatakan bahwa budaya anti korupsi yang disampaikan lewat film sesuai dengan visi misi Masjid Salman ITB.

“Salman membawa peradaban islam dari sudut pandang media film,” jelasnya. [Ed: Dh]

BP2M Memperingati 4 Tahun Sudut Baca Soreang



Penyerahan buku dari Rumah Amal Salman ITB untuk Sudut Baca Soreang, Ahad (10/10) lalu.
(Foto: Dokumentasi BP2M)

http://salmanitb.com/2013/11/14/bp2m-memperingati-sudut-baca-soreang/

Badan Pemberdayaan dan Pelayanan Masyarakat (BP2M) Salman ITB memperingati milad 4 tahun Sudut Baca Soreang (SBS) bersama beberapa komunitas baca Bandung, Ahad (10/10) lalu di SBS yang berlokasi di Perumahan Griya Bumi Asri Soreang. Dalam acara tersebut, mereka menyelenggarakan seminar tentang Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). Peserta diberi materi pengenalan tentang bahaya penggunaan NAPZA dan cara agar mereka terhindar dari penggunaan obat-obatan tersebut.

“Tujuannya secara umum adalah memberikan apresiasi kepada masyarakat yang ada di sana (agar) semakin tergugah untuk membaca dan (meningkatkan) kesadaran literasi (mereka),” ujar Septian Firmansyah, salah satu pemateri.

Selain seminar, panitia juga menyuguhkan hiburan berupa pertunjukkan tari dan drama anak-anak, serta pertunjukkan musik. Komunitas yang hadir di antaranya adalah Komunitas Taman Baca, Taman Baca Masyarakat Cibungur, Taman Baca Masyarakat Suharti, serta Taman Baca Gunung Puntang.

Acara ini dihadiri pula oleh perwakilan dari Badan Perpustakaan Arsip dan Sistem Informasi (BAPAPSI). Selain memberikan penyuluhan mengenai NAPZA, panitia juga berharap agar pengelola Sudut Baca Soreang dapat meningkatkan pelayanannya.

“Intinya, penguatan taman baca di masyarakat itu sendiri, agar bisa berkiprah dan berkembang lebih jauh lagi di masyarakatnya,” papar Septian yang juga menjabat sebagai Manajer BP2M.

Ia juga berharap komunitas-komunitas di Bandung dapat terintegrasi dengan pemerintah dalam memberdayakan masyarakat. SBS sendiri terletak di Perumahan Griya Bunga Asri, Ciwaru. Di taman bacaan ini, pengunjung dapat menikmati fasilitas seperti pinjam buku dan internet gratis. [Ed: Dh]

Satu Bahasa Indonesia



Ilustrasi: budibadibu.files.wordpress.com

http://salmanitb.com/2013/11/10/sumpah-pemuda-dengan-bahasa-kita-sehari-hari/

Hari sumpah pemuda sudah terlewat. Banyak orang mengkaitkannya dengan peristiwa bagaimana mencapainya dan terciptanya sumpah pemuda itu. Berbagai versi dari setiap orang pun banyak sekali. Artikel ini membahas tentang sumpah pemuda yang ketiga, “menjunjung berbahasa satu, bahasa Indonesia.”

Ragam bahasa yang ada di kita sangatlah banyak. Mulai dari Bahasa Sunda, Jawa, Batak, Betawi dan bahasa lainnya. Ketika para pemuda Indonesiazaman dahulu ingin bersatu untuk melawan para penjajah mereka haruslah kumpul untuk merumuskan bagaimana caranya. Akhirnya mereka pun dikumpulkan dari pelbagai daerah yang ada di Indonesia dengan latar belakang yang berbeda di setiap daerahnya.

Pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat di Waltervreden (sekarang Jakarta) sebuah pertemuan dimulai. Pertemuan tersebut dimanakan dengan Kongres Pemuda II . Pertemuan ini dihadiri oleh semua perwakilan-perwakilan tiap daerah dan dari pelbagai latar belakang golongan. Dengan alasan yang sangat mendasar karena untuk memenuhi kebutuhan saat itu.

Ketika mereka sudah digabungkan, mereka pun mengeluarkan argumen untuk mencapai sebuah keputusan. Tetapi argumen tersebut menggunakan bahasa yang ada di masing-masing daerah.

Otomatis mereka tidak paham antara bahasa satu dengan yang lainnya. Akhirnya setelah berunding antara pemuda-pemuda yang lain mereka pun membuat keputusan untuk menyatukan mereka semua yaitu dengan janji-janji yang mereka buat.

Lahirlah 3 janji-janji yang disepakati, janji tersebut dinamakan sumpah pemuda. Maka terciptalah sumpah pemuda pada tanggal tersebut. Setelah mereka membuat janji-janji salah satunya menjunjung tinggi berbahasa satu yaitu bahasa Indonesia itu. Itulah sedikit mengenai sejarah sumpah pemuda.

Tatapi seiring berjalannya waktu dengan bahasa lainnya yang ada di Dunia. Mulai timbul permasalahan yang ada sekarang. Salah satunya bahasa yang sering digunakan sekarang yaitu bahasa inggris karena bahasa Inggris ini juga untuk mempersatukan pemuda yang ada di seluruh Dunia.

Namun keberadaannya sudah sangat mempengaruhi anak muda saat ini. Mereka lebih memerlukan bisa bahasa inggris yang lebih baik ketimbang bahasa Indonesia itu sendiri.

Ketika kita SD saja, kita telah disuguhkan oleh pelajaran bahasa inggris. Walaupun pelajaran Bahasa Indonesia, ada tetapi ratingnya lebih tinggi dari pada pelajaran bahasa inggris. Bahkan nilai Bahasa Inggris di bandingkan bahasa Indonesia lebih bagus nilai bahasa inggrisnya.

Itulah keadaan dimana para pemuda masa kini sudah mulai cenderung kurang memperhatikan bahasa aslinya. Mereka tidak lebih memperdalam bahasa yang sudah di janjikan semenjak sumpah pemuda itu dibentuk yaitu bahasa Indonesia.

Seharusnya kita untuk mengembalikan jati diri bahasa, kita seharusnya menggunakan bahasa itu dengan sebaik mungkin. Bahkan ketika berada diluar seharusnya memperkenalkan bahasa kita juga keluar.

Dengan begitu kita para pemuda seharusnya harus bangga apa yang kita miliki. Oleh karena itu kita harus memiliki rasa kebanggaan agar bisa membangkitkan rasa keperyaan kita ke depannya. [Ed: Dh]

Kamis, 27 Maret 2014

Seri Training Enterpreunership : Salesmanship (Keahlian Berdagang)



Indra Sabajaya yang sedang mempraktekan cara untuk memperkenalkan produk atau barang yang kita bawa ke pelanggan yang baru kita kenal. Foto Oleh : Bustomi

“Orang enterpreunership itu tidak harus perlu mempunyai modal, pengertian modal ini bisa macam-macam bisa jadi uang. Tapi yang terpenting itu jiwa mentalnya ya itu modal terpenting untuk enterpreneurship, yang bisa jujur dan bisa terpercaya. Dengan bagaimana dia berkomunikasi dengan orang terus bagaimana dia mempunyai jiwa daya tahan bila dia diuji apapun dia tetap akan istiqomah,” ujar M. Indra Sabajaya (Manajer perhubungan dari Bank Mu'amalat) ketika diwawancarai setelah training kewirausahaan.

Banyak memang pengusaha yang ingin mencari kekayaan semata tetapi tidak selamanya sesuai dengan keinginan kita. Akhirnya pun kandas ditengah jalan. Oleh karena itu Beasiswa Visi wirausaha dari Divisi Mahasiswa dan Kaderisasi (DMK) di bawah naungan YPM Salman dan Rumah Amal bekerjasama dengan Bank Muamalat menyelenggarakan Seri Training Wirausaha, pada Sabtu (15/6), bertempat di GSS-E Masjid Salman ITB. Acara ini dimaksudkan untuk mencetak wirausahawan dari para penerima beasiswa visi wirausaha Masjid Salman ITB.

Untuk materi kedua kali ini yang dibahas oleh Indra tentang Salesmanship (Keahlian Berdagang). “Jangan hanya mau untung gede saja, yang penting itu kuat mental!”, papar Indra.

Selain memperhitungkan akan modal keuntungan yang kita dapat, kita juga harus berani dalam mental yang ada di diri kita. Apalagi ketika kita menjadi seorang sales. Kita harus menjual produk yang kita bawa sampai laku terjual.

Tak hanya jual produk, kita juga harus menjual tampang agar orang mau tertarik melihat produk yang kita bawa. Karena ketika berjualan dengan tampang yang kumuh orang pun tak mau mendekati apalagi untuk melihatnya saja sudah tidak mau.

Menjual produk dengan prospek yang sudah ada kita hanya perlu bisa meyakinkan orang mau untuk membeli barang kita. “jualan mah gampang yang penting mental kita,” tegas Indra.

Memang yang terpenting dalam kita berjualan selain mental yang kuat menghadapi berbagai konsumen, kita juga harus bisa mengembangkan aset yang ada. Indra juga memberikan hal yang sangat penting dilakukan selain percaya diri yaitu sikap tenang kita terhadap konsumen, cara berdiri kita, dan belajar melatih berbicara dengan orang lain serta pakaian kita yang pakai.

Untuk pertemuan berikutnya kita akan diajarkan bagaimana mengatur keuangan yang sudah kita dapat dan perilaku kita terhadap uang itu. Oleh sebab itu mulailah kita belajar melakukan itu semua dengan hal-hal yang kecil terlebih dahulu. Agar nanti kita siap untuk bisa menghadapinya.

Minggu, 10 November 2013

Seleksi Beasiswa Perintis ke-4 Diikuti Ribuan Peserta


Peserta mengerjakan soal seleksi dari panitia Beasiswa Perintis, di Ruang Utama Masjid Salman ITB, Ahad (27/10).  (Foto oleh Bustomi)
Peserta mengerjakan soal seleksi dari panitia Beasiswa Perintis, di Ruang Utama Masjid Salman ITB, Ahad (27/10).
(Foto oleh Bustomi)

Ratusan siswa memadati Ruang Utama Masjid Salman ITB, Ahad (27/10) kemarin. Murid-murid  Menengah Atas tersebut sedang mengikuti tes seleksi Beasiswa Perintis. Tahun ini, acara yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) itu diikuti oleh sebanyak 1100 peserta yang berasal dari sekolah-sekolah di Bandung Raya .
“Kita sedang mencari berlian-berlian yang akan membangun indonesia dimasa yang akan mendatang,” ujar Syarif Hidayat, Ketua Pengurus Yayasan Pembina Masjid (YPM) Salman ITB.
Padatnya ruang utama masjid juga disebabkan oleh penambahan peserta dari sejumlah sekolah. Karenanya, panitia menyediakan tempat seleksi di Cililin untuk 200 orang peserta, di Garut untuk 100 orang peserta, serta di Majalengka untuk 700 orang peserta. “Untuk tahun lalu seleksi beasiswa perintis ini ada sekitar 800 peserta sedangkan sekarang ada 1100 peserta,” papar Irfan Ramdani, selaku Koordinator Beasiswa Perintis 4.
Irfan juga menjelaskan sistem try out (TO) seleksi, yaitu dengan sistem gugur. Peserta akan mengikuti try out sebanyak tiga tahapMeski dalam satu tahap skor yang diraih tak sesuai harapan, peserta masih bisa memperbaiki total nilai lewat tahap-tahap berikutnya. “Kita juga melihat perkembangan seperti itu, progress (dari) ketiga kali TO tersebut,” tegas Irfan.
Beasiswa Perintis sendiri adalah beasiswa bimbingan belajar selama tiga puluh hari dicamp belajar. Peserta yang lolos seleksi akan dikarantina dan belajar bersama untuk menghadapi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). [Ed: Dh]

 Oleh 

Menyambut Adha Fest Dengan Lomba Masak


Salah satu peserta Lomba Masak yaitu Ibu-ibu PKTW (grup prikitiw) sedang memasak tetapi untuk penutup wajannya menggunakan wajan lagi karena mereka kurang mempersiapkan segalanya, Ahad (20/10). di Lapangan Rumput Masjid Salman ITB. Foto oleh Bustomi
Salah satu peserta lomba sedang memasak di Lapangan Rumput Masjid Salman ITB, Ahad (20/10). (Foto: Bustomi)
http://salmanitb.com/2013/10/menyambut-adha-fest-dengan-lomba-masak/
Keramaian Idhul Adha di Masjid Salman ITB, Ahad (20/10) lalu sangat terasa, seperti halnya di hari raya Idhul Fitri. Heboh, karena  ibu-ibu Kampoeng Bangkit, Ganesha Madani dan Riksa melakukan lomba masak dengan bahan yang dirahasiakan sebelumya oleh panitia.
Pada lomba yang bertempat di Lapangan Rumput Salman ini ibu-ibu tersebut memasak menggunakan bahan “rahasia”, yaitu daging dan salad. Bahan-bahan tersebut harus diolah sesuai dengan kreatifitas peserta lomba. Peralatan masak seperti kompor sudah disiapkan oleh panitia, tapi  peralatan dapur dibawa oleh peserta sendiri.
Bahkan ketika lomba dimulai ada yang menggunakan dua wajan; satu wajan sebagai penutup wajan satunya lagi, supaya masakan bisa matang merata. Itu sebabnya persiapan dan kreatifitas tak hanya dalam masakan, tapi juga bagaimana mereka menyiapkan segalanya dengan tepat. Tak hanya itu, penilaian juri pun tertuju kepada penampilan yang bagus dan dapat menarik perhatiani. Karena bukan hanya rasa atau banyak variasinya. “Sebetulnya kalau seorang chef itu ya nomor satu itu, yang diutamakannya adalah penampilan terlebih dahulu seperti garnis dulu,” ujar Kosasih Suhendar salah satu Juri masak. [Ed: Dh]


 Oleh 

Penyerahan Hewan Kurban Kepada Kampoeng Bangkit


    Septian Firmansyah menyerahkan hewan kurban pada Bapak Eden, perwakilan Kampoeng Pojok Sukamulya Ahad (13/10) lalu. (Foto: Bustomi)
    Septian Firmansyah menyerahkan hewan kurban pada Bapak Eden, perwakilan Kampoeng Pojok Sukamulya Ahad (13/10) lalu.
    (Foto: Bustomi)

    Tak terasa besok Hari Raya Idul Adha datang. Bidang-bidang di Salman ITB, terutama Badan Pelayanan dan Pengembangan Masyarakat (BP2M) bergotong-royong mendistribusikan hewan kurban, Ahad (13/10) kemarin.  Pendistribusian yang dilaksanakan di Lapangan Rumpu Barat Masjid Salman ini terutama difokuskan pada masyarakat Kampoeng Bangkit.
    “Untuk total hewan yang disebar hari ini totalnya ada 30 hewan, yaitu kambing atau domba. Masing-masing lima hewan setiap Kampoeng Bangkit-nya,”ujar Septian Firmansyah, manajer BP2M yang bertindak sebagai Supervisi Pendistribusian.
    Septian menjelaskan, pendistribusian ini dilakukan demi kemerataan hewan kurban bagi yang berhak. Kemarin pendistribusian diutamakan untuk pendistribusian hewan yang akan dikirim dari luar Ganesha. Di antaranya ke Kampoeng Bangkit Cibungur, Kampoeng Bangkit Manteos, Kampoeng Arcasari, Kampoeng Bongkaran, Kampoeng Pojok Sukamulya, dan Kampoeng Cirungkang. [Ed: Dh]

LPP Goes To Timor Leste


Kegiatan acara pelatihan manajemen kualitas sekolah yang tengah berlangsung di Garden Beach Hotel, sabtu (28/9). Foto oleh Dokumentasi LPP.
Kegiatan acara pelatihan manajemen kualitas sekolah yang tengah berlangsung di Garden Beach Hotel, sabtu (28/9).
Foto oleh Dokumentasi LPP.
Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) Salman ITB bekerjasama dengan Qatar Charity (QC) menyelenggarakan pelatihan bagi para guru. Acara yang bertempat di Hotel Garden Beach Dili, Timor Leste ini dilaksanakan dari bulan September sampai Desember. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pelatihan motivasi dan prestasi untuk guru.
“Adanya acara ini sebetulnya kita ingin membantu program Qatar Carity. Mereka punya program teacher achievement (prestasi guru) yang diperuntukan bagi yayasan dibawah Qatar Charity,” ujar Jam’ah Halid, selaku Project Manager ketika ditemui di kantor LPP, Rabu (2/10) lalu.
Qatar Charity sendiri adalah sebuah organisasi non-pemerintahan yang didirikan pada tahun 1992. Biasanya ia bekerja di bidang pembangunan berkelanjutan seperti pendidikan, mengurangi kemiskinan, dan bantuan bencana serta tanggap darurat. Qatar Charity sebagai penggerak program sedangkan LPP sebagai penyedia SDM. Program yang sudah dijalankan dalam bentuk rangkaian pelatihan ini telah dimulai dengan pelatihan manajemen kualitas sekolah.
Selain itu ada 9 pelatihan dasar, yaitu Teacher Motivation, Creative Math Teacher, Creative Science Teacher, School Quality Management, 3 M Learning, Teacher Compentence in Math, Student Assesment, Performance Excelent, dan Children Psychology.
Dengan adanya kerjasama ini, menurut Jam’ah,   diharapkan kesinambungan antara LPP Salman dengan Qatar Charity terus berlanjut. [Ed: Dh]

 Oleh 

Masjid Bersih, Taman Ganesha Tidak?

http://salmanitb.com/2013/10/masjid-bersih-taman-ganesha-tidak/
Sampah yang berserakan disekitar pohon menimbulkan bau yang tidak sedap. (Foto oleh Bustomi)
Sampah yang berserakan di sekitar pohon menimbulkan bau yang tidak sedap. (Foto oleh Bustomi)
Pada Ahad pagi, banyak kegiatan yang berlangsung di sekitar Masjid Salman ITB, khususnya di Taman Ganeca. Misalnya kegiatan mentoring adik-adik dan kakak-kakak Pembinaan Anak Salman (PAS). Sayang, setelah kegiatan usai, banyak sampah berceceran. Mulai dari sampah bekas makanan,sampai sampah bekas prakarya yang tidak terpakai lagi.
Padahal Masjid Salman selalu terjaga kebersihannya. Perbedaan tersebut begitu terasa ketika menginjakkan kaki di Taman Ganeca. “Ya, di sini sering banyak sampah ketika siang hari, apalagi setelah ada kegiatan,” ujar Wawan, salah satu Pedagang Kaki Lima (PKL) ketika diwawancarai pada Ahad (29/9) lalu.
Biasanya, sampah dalam tong-tong sampah diangkut tiap seminggu atau dua minggu sekali. Namun akhir-akhir ini sampah-sampah tersebut seolah terbengkalai. Sampah yang belum diangkut seringkali menimbulkan aroma yang tak sedap. Akibat sampah yang menumpuk, ekosistem di sekitarnya pun ikut terganggu.
Alangkah tidak layak, taman masjid yang harusnya asri dan nyaman diceceri sampah. Harusnya tak hanya masjid yang dijaga kebersihannya, tapi juga Taman Ganeca. Bagaimana pun juga, Taman Ganeca merupakan tempat yang sering digunakan jamaah Masjid untuk berkegiatan. “Dengan begitu harapan ke depan taman kota ini bisa lebih bagus dan nyaman untuk ditempati,” celetuk Wawan. [Ed: Dh]

 Oleh 

Taman Makam Salman untuk Umat Muslim


http://salmanitb.com/2013/09/panitia-pembangunan-taman-makam-salman/

Denah lokasi Makam Salman.  (Foto: Dok. Panitia)
Denah lokasi Makam Salman.
(Foto: Dok. Panitia)
Akhir-akhir ini mulai bermunculan kompleks pemakaman yang dikelola secara professional tetapi sangat kental dengan muatan bisnis. Dalam artian mereka yang mengelola makam hanya ingin menambah kekayaan semata. Lahan untuk pemakaman umum pun semakin terbatas. Akhirnya makam yang ada di sekitar kita banyak yang tidak memenuhi persyaratan Makam Muslim. Oleh sebab itu Yayasan Pembina Masjid (YPM) Salman ITB merintis program Wakaf Makam Salman. Wakaf makam ini diperuntukan untuk memenuhi kebutuhan makam keluarga besar Masjid Salman ITB dan masyarakat muslim pada umumnya.
“Salman ingin supaya makam itu bagus, harganya tetap murah jadi bukan lagi ajang bisnis. Tapi ya makam ini untuk pelayanan untuk dimanfaatkan bersama. Harga pun kita tekan agar bisa serendah mungkin,” ujar M. Kamal Muzakki selaku penyelenggara, Rabu (18/9) lalu.
Syarat makam muslim sendiri salah satunya adalah harus ada jarak kosong antar makam. Alasannya, karena makam yang satu tidak boleh “menduduki” wilayah makam lainnya. Sebab jika hal tersebut terjadi, Kamal mengatakan, bisa berakibat menambah siksa kubur penghuni makam yang “terduduki”. “Jadi harapannya dengan adanya makam muslim ini, nantinya membuat space untuk peziarah agar bisa tetap ada. Itulah dari sisi kelayakan makam,” sambungnya.
Program Wakaf Salman ini sedang berjalan pada tahap awal, dan akan dibuka pada April 2014. Kompleks pemakaman ini terletak di area KM 99 jalan tol Cipularang, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta. Lahan yang digunakan seluas 10 hektar (dapat diperluas hingga 50 hektar), sedangkan untuk area pengembangan sejumlah 40 hektar. [Ed: DH]

Memancing Ikan, Melepas Bosan

http://salmanitb.com/2013/09/kolam-di-taman-ganesha-menjadi-tempat-pemancingan-dadakan/


Asep sedang memasukan ikan kedalam Kolam di Taman Ganesha untuk di pancing lagi oleh para pemancing yang lainnya. (Foto: Bustomi)
Asep sedang memasukan ikan kedalam Kolam di Taman Ganesha untuk di pancing lagi oleh para pemancing yang lainnya. (Foto: Bustomi)
Taman Ganesha yang letaknya dekat dengan Masjid Salman ini merupakan salah satu tempat favorit di Salman.  Suasananya yang sejuk dan tenteram kerap kali menjadi tempat bermain untuk anak-anak serta warga sekitar. Tidak hanya itu, Taman Ganesha juga merupakan salah satu Ruang Terbuka Hijau yang ada di Bandung.
Pada hari-hari kerja, tidak ada aktivitas apapun di sekitar kolam yang ada Taman Ganesha. Namun, tiba-tiba ada kegiatan mancing di kolam tersebut pada Minggu (22/9) lalu. Kolam yang semula berfungsi untuk mempercantik taman diubah menjadi Kolam Pemancingan bagi sebagian orang yang ada di sana.
Asa, salah satu pemancing, dan teman-temannya memang sengaja berkumpul di Taman Ganesha hanya untuk melepas penat setelah kerja seharian dengan mancing.
“Kumpul-kumpul aja, kan capek seharian kerja tiap hari Senin sampai Jumat. Nah hiburannya dengan memancing dikarenakan setiap sabtu dan minggu libur.  Jadi hari itulah untuk menghilangkan rasa jenuh itu,” ujarnya.
Kolam di Taman Ganesha dipilih oleh sebagian orang karena tempatnya gratis.  Orang yang punya uang dengan yang tidak punya uang bisa ikut mancing di sini, Walaupun sebagian besar juga mengeluarkan biaya untuk membeli ikannya. Memancing di sini hanya untuk menghibur para bapak yang sudah jenuh akan kerja mereka.
Terkadang juga ada sisa ikan yang belum terpancing.  Sisa ikannya itu bisa diambil oleh mereka yang tidak mampu untuk membayar pada waktu itu. Jadi untuk keesokannya harinya sisa mancing bisa di sumbangkan untuk mereka secara gratis dan bisa di pancing lagi oleh siapapun itu.



 Oleh 

Festival Kurban di Hari Raya Idul Adha


Festival Kurban rencananya akan dilaksanakan pada 27 November mendatang. (Foto ilustrasi: kaskus.co.id)
Festival Kurban rencananya akan dilaksanakan pada 27 November mendatang.
(Foto ilustrasi: kaskus.co.id)
http://salmanitb.com/2013/09/festival-kurban-di-hari-raya-idul-adha/

Idul Adha tinggal sebulan lagi. Rumah Amal Masjid Salman ITB mempunyai berbagai macam acara sebagai penyambut datangnya hari raya tersebut. Mulai dari persiapan hewan kurban, hingga acara yang akan dilaksanakan nanti.
“Karena ini masih momen ulang tahun Salman, kita akan memberikan yang spesial buat masyarakat Masjid Salman dengan memberikan 1000 kurban,” ujar M. Kamal Muzakki, selaku Ketua Panitia ketika diwawancarai di Kantor Rumah Amal, Sabtu (14/9) lalu.
Tahun ini kurban tak hanya diperuntukkan kepada masyarakat sekitar Masjid Salman, tapi juga untuk masyarakat seluruh Kota Bandung. Acara yang nantinya diadakan pada tanggal 27 Oktober dinamakan Bandung Adha Fest. Kegiatan yang akandiadakan mulai dari pemotongan hewan kurban, Festival Pameran Makanan Khas Daerah, hingga Makan Besar. Tak hanya itu, rencananya akan diadakan pemecahan rekor MURI, yaitu Porsi Sate Bandung terbanyak. Salah satu latar belakangnya, yaitu agar bidang pariwisata kota Bandung ikut terangkat.
Acara ini terbuka untuk umum. Jadi, tidak hanya kaum dhuafa saja yang berhak mendapatkan, tetapi semua orang pun bisa. Dengan adanya festival ini, diharapkan Masjid Salman dapat menyebarkan syiar agama serta nilai kebudayaan. “Untuk itu kita lihat saja nanti bagaimana saat acara berlangsung pasti banyak sekali acaranya,” cetus Kamal.

 Oleh 

Ragam: Selaraskan Teknologi dan Kelestarian Lingkungan


Muhammad Jusuf Kalla sedang memaparkan materi kepada peserta
Muhammad Jusuf Kalla tampil sebagai pembicara dalam acara Ramadhan’s Great Meeting (Ragam), Minggu (14/7). (Foto: P3R, Sasa)
http://salmanitb.com/2013/07/ragam-selaraskan-teknologi-dan-kelestarian-lingkungan/

Manusia haruslah menjaga kelestarian lingkungan agar lingkungan yang ada di kita tetap terjaga dengan baik dan memberikan manfaat kepada kita semua. Jika tidak teknologi yang ada tidaklah bisa berkembang dengan baik tanpa ada dari dukungan alam yang baik pula.
Hal ini diungkapkan oleh Ridwan Kamil dalam acara Seminar Akbar Ramadhan’s Great Meeting (Ragam), Minggu (14/7). Ini merupakan rangkaian gebyar ramadhan yang dilaksanakan Panitia Pelaksanaan Program Ramadhan (P3R) 1434 H Masjid Salman ITB. Acara yang bertempat di Aula Timur Kampus ITB itu mengambil tema “Teknologi Untuk Lingkungan”.
“Jadilah manusia yang terbaik untuk semuanya yaitu dengan memberikan manfaat kepada orang lain serta memelihara lingkungan yang ada di sekitar kita,” kata Walikota Bandung periode 2013-2018 itu.
Selain Ridwan Kamil, dalam acara itu hadir pula mantan Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla. Ia menyampaikan tentang peran masyarakat islam dalam pengembangan teknologi.
Teknologi, menurut Kalla, sangat dibutuhkan oleh setiap individu manusia tanpa terkecuali. “Teknologi adalah sumber kehidupan. Oleh sebab itu jika tidak ada teknologi kita bisa saja kembali di zaman dahulu,” kata Kalla.
Bila kita hidup tanpa ada teknologi di zaman modern ini, kita bisa sangat terbelakang. Membuat inovasi dan pembaruan teknologi harus terus dilakukan. Agar penggunaan teknologi kita selaras dengan alam dan lingkungan, serta menjaga kelestariannya dengan menggunakan energi baru dan terbarukan.
Ragam menjadi sarana silaturahmi antara para tokoh nasional dengan mahasiswa. Khususnya para mahasiswa di kota Bandung.  [ed. FF]

 Oleh 

Minggu, 28 Juli 2013

Pelayanan Kesehatan Gratis di Kampoeng Bangkit Salman (Manteos)


Gaya hidup sehat harusnya diutamakan dibanding tindakan pengobatan.  Foto: healthylifetoolkit.com
Gaya hidup sehat harusnya diutamakan dibanding tindakan pengobatan.
Foto: healthylifetoolkit.com
Permasalahan yang kini sering terjadi ditengah masyarakat, terutama pada golongan ekonomi menengah ke bawah adalah kurangnya kepedulian akan kesehatan. Perilaku mereka jauh dari gaya hidup sehat, sehingga banyak penyakit yang menjangkiti mereka. Padahal pada prinsipnya tindakan pencegahan jauh lebih baik dari pada penyembuhan.
Oleh karena itu Badan Pemberdayaan dan Pelayanan Masyarakat (BP2M) bersama YPM Salman ITB selenggarakan Balai Pengobatan Gratis dan Pelayanan Kesehatan, Minggu (24/3) lalu. Kegiatan yang merupakan salahsatu program Gerakan Ayo Sehat (GAS) ini dilaksanakan di Kampoeng Bangkit Manteos. Acara ini berisi penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat, dan pengadaan Balai Kesehatan.
“Biaya berobat tidaklah murah, kalaupun sekarang pemerintah telah menggulirkan program pengobatan gratis bagi warga yang kurang mampu, birokrasi pengurusannya menjadi suatu masalah tersendiri bagi mereka, jarak tempuh ke kota pun dapat menjadi masalah bagi mereka yang tinggal jauh dari perkotaan,” tutur Siti Maryam Aulia Ul-Haq, Penanggung Jawab kegiatan.
Di sana mereka diberikan berbagai penyuluhan kesehatan mulai dari konsultasi kesehatan dan pengobatan gratis. Kampoeng Bangkit Manteos merupakan salah satu dari tiga basis model kampoeng sehat yang BP2M dan GAS usahakan agar berkembang menjadi potensi.
Aulia mengungkapkan, tim juga menilai apakah ada calon Kader Sehat yang bisa ikut berperan aktif dan kontributif dengan Program Kampoeng Sehat.“Kami melihatnya dari seberapa antusias dan kontribusi warga dengan kegiatan Pelayanan Kesehatan Gratis ini,” ujar gadis yang biasa disapa Lia ini.
Kampung Bangkit ini terletak di Masjid Al-Hikmah, Kampoeng Manteos Jl. Sangkuriang RW 12, Kel.Dago, Kec. Coblong, Bandung. Acara ini bekerjasama dengan Korps Relawan Salman ITB (KORSA), relawan medis dari UNPAD dan Fakultas Kedokteran (FK) Unisba.

Posted by Bustomi on Monday, 4 March 2013 in NewsPendidikan ·

Grand Opening Karisma; Perkenalan Demi Kebersamaan

Peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara. Foto: Dok. Karisma
Peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara.
Foto: Dok. Karisma
Keluarga Remaja Islam Masjid (Karisma) Salman ITB selenggarakan “Grand Opening Karisma” untuk siswa SMP dan SMA pada hari Minggu (3/3) lalu, di Paving Block Salman. Selain menandakan dibuka dan dimulainya kegiatan Karisma pada semester ini, acara ini juga diadakan sebagai ajang perkenalan serta ajang menjalin ukhuwah islamiyah adik-adik Karisma.
“Acara ini ditujukan untuk memberikan kesan pertama ke adik agar menarik minat mereka ke depan dan juga agar lebih kenal serta dekat dengan para pembina yang ada di Karisma,” ujar Adrian Tahriz Lazuardi, Kepala Divisi Lingkar Sahabat Karisma.
Grand Opening Karisma dilaksanakan 2 kali dalam setahun. Peserta merupakan siswa-siswi kelas 1-3 SMP dan SMA se-Bandung Raya. Di sini mereka akan dibimbing bagaimana cara mengamalkan ahklak yang baik, dan belajar dalam kebersamaan dengan teman-teman mereka.
“Grand Opening ini selain untuk ajang perkenalan antara adik-adik yang lain, serta dengan para pembina. Mereka juga akan diberi pelajaran dari segi keislaman yang ada di Lingkar Sahabat dan dari segi Minat dan Bakat yang ada di Bidang Kreativitas,” tutur Ricky Dwi Septianto, Ketua Divisi Tim Manajemen Lingkar Sahabat Karisma.
Menurut Ricky, peserta akan merasa betah dengan lingkungan di Karisma karena suasana kebersamaan dengan pembina, serta dengan sesama peserta.Penyelenggaraan Grand Opening ini sendiri adalah hasil kerja sama Karisma dengan YPM Rumah Amal Salman ITB dan Shafira. [Ed: Dh]

Posted by Bustomi on Monday, 4 March 2013 in NewsPendidikan ·

Korps Relawan Salman (KORSA) Tingkatkan Pelayanan Lewat Pelatihan Assessment dan Service Excelent


Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan KORSA pada masyarakat. Foto: Bustomi
Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan KORSA pada masyarakat.
Foto oleh : Bustomi
Korps Relawan Salman (KORSA) berkerjasama dengan Bidang Pemberdayaan dan Pelayanan Masyarakat (BP2M) Salman ITB selenggarakan Pelatihan Assessment dan Service Excelent, pada Sabtu (9/3) di Back Office Salman. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan dan membentuk kaderisasi pembinaan Tim KORSA.
“Di assesment ini mereka dibimbing salah satu kemampuan relawan dari tim advance yang pertama kali terjun ke masyarakat atau tim yang survei pertama kali untuk pengumpulan informasi dan pendataa. Kemudian survei kondisi lapangan, lalu survei ke masyarakat untuk birokrasi dan sebagainya,” Ujar Septian Firmansyah Manajer BP2M ketika diwawancarai di Front Office.
Septian juga berharap Tim KORSA bisa melakukan pelayanan sebaik mungkin kepada masyarakat saat menjalankan program. Menurutnya, jangan sampai ketika masyarakat dilayani, mereka justru tidak merasa kan hal tersebut dan justru merasa sebagai korban.
Dalam pelatihan tersebut peserta diberikan berbagai materi, mulai darileadership, field management, emphatic communicaton basic MFR danSAR, basic teaching/training, basic reporting, sampai analystic strategy.Kegiatan ini akan berlanjut hingga dua minggu mendatang. [Ed: Dh]
Posted by Bustomi on Sunday, 10 March 2013 in Kabar UnitMasyarakatNews ·
Powered By Blogger

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international voip calls