saya tuh orangnya suka menepati waktu dengan sebaik - baik mungkin dan tidak mengecewakan bila kalian tidak mengecawakan diriku terlebih dahulu. saya tuh orang yang suka mencari berbagai pengalaman jadi sering berkelana sendiri dan mencari banyak pengetahuan yang belum saya ketahui. Mungkin banyak orang yang belum mengetahui saya lebih banyak tetapi dengan blog ini semoga kalian para pembaca akan mengetahui bagaimana saya dengan penilaian kalian terhadap saya.
http://ruang14design.blogspot.com/. Diberdayakan oleh Blogger.
This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 4 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 5 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 6 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
“Yang bawa kaca mata hitam ayo maju ke depan!” Seru Iyus K. Darmawan, pemateri “Workshop Strategi Pembelajaran Paud dengan Metode Teater (Sosiodrama)”.
Segerombol ibu-ibu kemudian berdiri berdesakan di atas panggung. Cengar-cengir salah tingkah, mereka mendengarkan instruksi dari pegiat teater dakwah tersebut di Gedung Serba Guna Salman ITB, Ahad (24/11) lalu. Begitu tanda diserukan dengan kompak mereka pun membacakan puisi “Anakmu Bukanlah Anakmu” karya Kahlil Gibran lantang.
Suasana jadi meriah dengan tawa dan canda. Hadirin ikut bersorak saat pasukan ibu-ibu berkaca mata hitam membaca puisi dengan gayanya masing-masing. Di akhir pementasan, mereka kompak berpose untuk difoto. Kapan lagi bisa foto-foto pakai kaca mata hitam di atas panggung?
“Saya sengaja melakukan hal yang tidak biasa,” ujar Iyus.
Ia berpendapat, pelatihan seni untuk guru-guru Paud dan TK sangat jarang, padahal seni merupakan unsur penting dalam perkembangan anak. Pelatihan teater pun Iyus yakini belum pernah dilakukan sebelumnya. Padahal ilmu teater sangat berguna untuk merangsang perkembangan psikomotorik anak. Selain itu, materi yang diajarkan di kelas pun jadi lebih menarik.
“Workshop Strategi Pembelajaran Paud dengan Metode Teater (Sosiodrama)” diadakan oleh Unit Teater Menara Salman. Iyus, pembimbing sekaligus pendiri berharap kesuksesan pelatihan tersebut dapat menjadi bukti awal eksistensi Teater Menara. Peserta sendiri berjumlah lebih dari 250 orang dan berasal dari Paud dan TK al-Qur’an se-Jawa Barat. [Ed: Dh]
Peserta memperhatikan Nia Syafe’i yang sedang memberikan materi tentang manajemen pengelolaan kurikulum TK di GSG Salman ITB, Minggu (24/11). (Foto: Bustomi)
Teater Menara Salman bekerja sama dengan Konsorsium Indonesia Cerdas(KIC) dan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al-Quran Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (LPPTKA-BKPRMI) Kota Bandung adakan “Workshop Strategi Pembelajaran Paud dengan Metode Teater (Sosiodrama)”, Ahad (24/11) lalu.
Pelatihan ini dilangsungkan dengan tujuan mengenalkan ilmu teater pada guru Paud dan TK al-Qur’an sebagai metode pembelajaran pada anak. Selain ilmu teater, peserta juga diberi materi soal manajemen pengelolaan kurikulum TKA -TPA terpadu.
Hadir sebagai pemateri yaitu Iyus K. Darmawan (Sutradara, Penulis Naskah, dan pegiat Teater Dakwah) dan Nia Syafe’i, Direktur Program KIC. Acara inidihadiri lebih dari 250 peserta. Kebanyakan berasal dari kalangan guru Paud dan TK al-Qur’an.
“Peserta harus paham tentang manajemen pengelolaan kurikulum TKA-TPA Terpadu, mulai dari konsep sampai visi misi dan pengelompokkan usia, serta ruang lingkup kurikulumnya,” tutur Nia Syafe’i yang juga kerap diundang sebagai Master Trainer Paud.
Dalam kesempatan tersebut, Nia juga sempat membahas soal kesejahteraan guru Paud dan TK al-Qur’an. Ia berpendapat, semua berhak mendapat hak yang sama. Selama ini isu rendahnya honor guru Paud dan TK al-Qur’an memang kerap diperbincangkan.
“Gurunya sendiri harus meningkatkan kemampuan dan kualitas. Ia juga harus menunjukkan keaktifan di organisasi. Sebab jika tidak, nantinya sulit mendapatkan bantuan,” jelasnya.
Materi Teater sendiri dibawakan pada sesi kedua. Dalam materi ini, peserta diajak aktif berpartisipasi, mulai dari olah tubuh hingga tampil membacakan puisi di atas panggung. Menurut Iyus K. Darmawan, ilmu seni khususnya teater sangat berguna bagi dunia pendidikan, terutama pendidikan anak-anak usia dini. Ia berpendapat, guru yang “menarik” untuk anak adalah guru yang mampu mengeksplorasi ekspresi dan kreativitas seninya.
Workshop teater ini masih akan berlangsung. Satu minggu sekali, di Masjid Salman ITB. Selain para guru, masyarakat umum juga boleh mengikuti. Rencananya Iyus akan membuat sebuah pertunjukkan kolosal yang melibatkan banyak orang, termasuk anggota workshop. [Ed: Dh]
Masjid Salman kerap diidentikkan dengan mahasiswa Institut TeknologiBandung (ITB), yang akrab akan isu berbau teknologi. Maka wajar jika Grand Latihan Mujahid Dakwah (LMD) angkatan 170 mengangkat tema “Ijtihad Teknologi Kemerdekaan Hakiki”. Dalam acara yang dilaksanakan pada Jum’at (15/11) hingga Ahad (17/11) lalu di Gedung Serba Guna Indonesia Power UBP Saguling, Padalarang, peserta dilatih untuk menciptakan teknologi tepat guna sebagai solusi bagi masyarakat.
Ardian Rizaldi, Ketua Panitia mengatakan, kader-kader yang ditelurkan LMD diharapkan dapat berperan sebagai mediator. Pada pelatihan tersebut, cara kerja mereka terbagi menjadi empat tahap, yaitu tahap identifikasi masalah,formulasi, konstruksi masalah serta solusi, dan tahap integrasi. Pada tahap identifikasi masalah komunikasi, kader diharapkan dapat mengenali masalah serta mengupayakan solusi menggunakan teknologi yang berbeda-beda.
“Walaupun kasusnya sama tapi mereka harus membuat teknologi yang berbeda,” ujar Ardian Rizaldi, Ketua Panitia LMD, saat diwawancarai di UBP Saguling, Ahad (17/11).
Di tahap kedua, tahap formulasi, peserta tinggal menyusun hasil brainstormingtahap pertama. Setelah formulasi, peserta lanjut ke tahap konstruksi dan solusi. Pada tahap terakhir, peserta tinggal mengintegrasikan berbagai macam solusi yang sudah mereka rundingkan.
Tema Ijtihad Teknologi sendiri juga diusung agar para kader dapat berijtihad untuk menegakkan syari’at Islam berdasarkan nilai-nilai Salman. Di luar itu, peserta pun diharapkan agar dapat memahami problematika dalam masyarakat dan mengaplikasikan solusi dalam bentuk teknologi. [Ed: Dh]